Sejumlah elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut takut dijerat kasus masa lalu ketika menjadi pejabat negara. Hal itu menjadi alasan pemecatan Fahri Hamzah dari seluruh struktur keanggotaan PKS.
Elite PKS menganggap putusan partai lebih mulia jika dibanding dengan peradilan hukum. Bahkan, PKS kampanyekan ke seluruh kader untuk tidak taat pada putusan pengadilan.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah membongkar alasan elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyingkirkan dirinya dari partai. Alasannya, PKS ingin masuk koalisi pemerintahan Jokowi.
Sistem kepemimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai menjadi ancaman dalam kontestasi Pemilu 2019. Dikhawatirkan PKS tidak lolos parliamentary threshold atau ambang batas parlemen di Pemilu 2019.
Satu-satunya upaya yang bisa dilakukan Sanusi adalah bermain medsos. Bermodal foto lama Masriyah, ia rajin memposting foto sang istri di media sosial dengan caption "tolong siapa saja yang melihat atau mengenal istri saya di Yordania.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merilis sebuah film layar lebar kemanusiaan berjudul "Iman di Pangkuan Sang Fakir", bekerjasama dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Wonosobo.
Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai telah mempermalukan partai, apalagi jelang pelaksanaan Pemilu 2019.
Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri diduga terlibat dalam persekongkolan atas pembangkangan terhadap hukum.
Ahmad Iman melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Garda BMI Kabupaten Cianjur.
PKS dinilai telah melakukan pembangkangan terhadap hukum atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang sudah inkrach. Hal itu soal ganti rugi immateril sebesar 30 Miliar sesuai putusan pengadilan.