Kita masih menghadapi masalah yang sama, yaitu kenaikan harga komoditas sembako setiap menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Belakangan ini kita juga disibukkan dengan urusan hilangnya minyak goreng di pasaran. Sebelumnya sudah ada persoalan cabe rawit, kedelai, dan lainnya.
Sejak diberlakukannya upaya modernisasi Bulog mulai 2020 dan penempatannya ditujukan di daerah-daerah yang menjadi sentra produksi beras, sehingga kualitas beras Perum Bulog sudah dapat dijamin.
Ia meminta penegak hukum menindak spekulan yang menimbun komoditas, yang membuat kebutuhan masyarakat terganggu.
Cumi-cumi beku yang diekspor merupakan hasil tangkapan nelayan dari Bangka-Belitung yang kemudian diproses secara modern guna menjaga kualitas kesegaran cumi yang terbaik dan juga proses pengemasan berstandar internasional.
Per hari ini sudah tiba sebanyak 60 persen dan sampai akhir Maret ini akan rampung 100 persen.
Kini Bulog telah memulai proses pembangunan unit Corn Drying Center (CDC) dan Silo di beberapa lokasi sentra produksi jagung sebagai tempat penyimpanan.
Perpresnya sudah jelas bahwa komoditas yang penugasannya berada di Bulog tidak hanya beras. Namun ada juga jagung, kedelai dan delapan komoditas lainnya.
Keluarga yang berisiko melahirkan anak stunting sebagai tanaman kering saat berbuah buahnyatidak normal.
Bulog Peduli Gizi merupakan wujud nyata Perum Bulog di tengah masyarakat dalam mendukung penurunan prevalensi Balita BGM (Bawah Garis Merah).
Paket sembako yang disiapkan Bulog Peduli ini berisikan Beras Fortivit yang merupakan produk unggulan Perum Bulog yang kaya akan kandungan mikronutrien dan bermanfaat untuk mencegah stunting.