Karena 20 persen itu masih terserap oleh litbang-litbang (penelitian dan pengembangan) dan R&D (research and development) di beberapa kementerian yang ada di Indonesia seperti PU (Kementerian PUPR), Kemendikbud Ristek, Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, mereka semua mempunyai litbang. Coba kalau ini kita persatukan untuk semua, mencerdaskan kehidupan bangsa ini akan lebih kuat lagi.
Kita membutuhkan kelembagaan yang efektif untuk mengawal berbagai kebijakan migor yang ada. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut lebih dari 10 bulan.
Pancasila menurut saya, adalah semangat kita semua.
Dia tidak nyaman karena diganti karena kita lihat dia tidak beres urus partai. Ya dia tidak ada prestasinya.
Karena itu kewenangan Kemenhub, jadi tentunya arahnya ke APBN. Jangan sampai ada temuan nantinya. Kita tidak disiplin dalam menggunakan anggaran.
Peringatan hari lahir Pancasila harus menjadi momentum kita untuk menegakkan nilai-nilai Pancasila di negeri ini.
Saran saya jangan suka usik sarang lebah tetangga, nanti kalo kena sengat sakit. Sampai saat ini tidak ada pembahasan munaslub. Kita lagi fokus konsolidasi internal dan penguatan kerja sama dengan PAN dan PPP.
Pimpinan Kepolisian harus kita evaluasi. Atau UU kepolisiannya harus kita evaluasi. Karena tidak seiring dengan keinginan masyarakat. Tidak seiring dengan moral masyarakat. Kalau kayak gini rusak semua tatanan moral kita.
Tapi kalau hari ini ada seorang Polisi dihukum pidana, hari ini bersyarat, tapi masih diperlakukan jadi anggota polisi, pertanyaannya institusi ini, institusi apa? Maka ini yang harus kita kritisi.
Kita harus fokus dan serius dalam memperkuat struktur partai mulai dari pusat hingga DPAC. Lima tahun ke depan, kita berharap Partai Demokrat semakin maju, modern dan adaptif serta bisa mengakar dan dicintai masyarakat.