Sikap Paus Fransiskus terhadap kasus skandal pelecehan seksual di gereja Katolik AS membuat tingkat kepercayaan warga turun.
Kabar tersebut diumumkan oleh Vatikan, pasca tudingan Paus menutup-nutupi kasus pelecehan seksual, yang dilakukan oleh seorang kardinal AS.
Pendeta Federico Lombardi dan asistennya Thomas Rosico keberatan dengan tudingan yang dialamatkan oleh Vigano kepada Fransiskus.
Paus Fransiskus sudah mengetahui Juni 2013, bahwa McCarrick, mantan uskup agung Washington, DC menghadapi beberapa tuduhan pelecehan seksual terhadap para seminaris dan pendeta.
Menurut Fransiskus, dokumen yang diungkap oleh Vigano kepada media merupakan pernyataan yang sifatnya subjektif, sehingga dipertanyakan kredibilitasnya.
Vigano mengatakan dia telah memberi tahu Fransiskus, yang saat ini sedang mengunjungi Irlandia, tentang tuduhan terhadap McCarrick pada 2013. Namun menurutnya Paus malah mencabut sanksi yang dijatuhkan kepada McCarrick oleh pendahulunya, Paus Benediktus.
Sementara bersamaan dengan kunjungan Paus, Gereja Katolik sedang berjuang untuk mendapatkan kembali kepercayaan setelah diterpa berbagai skandal.
Sementara tekanan asing yang mendorong Jepang menghentikan perburuan pausnya, Tokyo mengelak penangkapan bukan untuk tujuan komersial, melainkan penelitian ilmiah.
Dalam sebuah pernyataan di Vatikan pada Jumat (17/8), Paus menyatakan berada di pihak korban, dan mengutuk perbuatan asusila tersebut.
Alasan penghapusan itu karena hukuman mati dinilai menyerang martabat manusia.