transfusi plasma darah dari orang yang telah mengembangkan antibodi terhadap virus corona baru tampaknya aman untuk banyak pasien covid-19.
Penelitian itu juga menyebutkan bahwa ada kemungkinan virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China, itu diperlakukan secara salah saat ini.
Hidangan yang enak dan berlimpah saat Lebaran menjadi tantangan bagi penderita diabetes.
S309, antibodi yang ditemukan dalam darah pasien yang pulih dari SARS berpotensi untuk menetralkan virus corona baru (Covid-19)
Rencananya pemeriksaan serupa akan dilakukan terhadap WNI yang tersebar di berbagai kota lainnya di Iran seperti Kota Qom, Isfahan, Gorgan, Shiraz dan Mashhad.
Selama ini TNI dan Polri selalu beri bantuannya kepada PMI untuk menangani Pandemi Covid-19 dan juga mengatasi kekurangan pasokan darah
Ketika sistem kekebalan mendeteksi COVID-19, maka sistem kekebalan tubuh akan merespons dengan menciptakan antibodi, yang menyerang virus dan menumpuk dalam plasma, bagian cair dari darah.
Penggunaan plasma darah dari pasien COVID-19 yang telah sembuh kepada pasien COVID-19 yang dalam perawatan sedang di uji coba
KPCDI juga meminta BPJS Kesehatan tidak melakukan pemutusan kerja sama dengan rumah sakit yang memiliki layanan hemodialisa
Penelitian ini menggunakan golongan darah lebih dari 2.000 pasien yang terinfeksi virus di Wuhan dan Shenzhen