China menuduh Australia telah disetir oleh Amerika Serikat atas kritiknya terhadap Beijing, terkait penanganan pandemi virus corona baru (Covid-19).
Beijing selalu memberikan penga;ruh di belakang peran utama badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mempromosikan kesehatan masyarakat di seluruh dunia.
Dan bila saja Beijing tidak menempuh kebijakan karantina wilayah, maka China berpeluang akan mencatatkan 700.000 kasus positif.
Dikatakan Beijing bisa membalas langkah AS untuk membatasi penjualan chip ke Huawei, dengan membatasi penjualan produk-produk Amerika di China dan dengan beralih ke pemasok alternatif di China dan Korea Selatan.
Beijing sangat mendukung seruan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres untuk penghapusan sanksi yang menghambat perjuangan global melawan virus corona baru.
Umumnya tes dianostik harus disetujui oleh pemerintah pusat di Beijing. Namun ratusan perusahaan enggan memproses perizinan.
Washington dan beberapa musuh lain di Teheran dan Beijing mengeksploitasi epidemi tersebut untuk menyebarkan Iranophobia dan Sinophobia.
Bloomberg News melaporkan, para pejabat AS akan melakukan sidang pada Senin (24/2) untuk membahas bagaimana menanggapi langkah rasis Beijing pekan lalu itu.
Sebelumnya Beijing melarang semua perdagangan produk unggas dari AS sejak 2015, karena adanya wabah flu burung di sana.
Sejak wabah virus menyebar di seluruh negeri dari provinsi Hubei untuk menginfeksi lebih dari 40.000 orang, pemimpin kelahiran 15 Juni 1953 di Beijing, menjauh dari mata publik.