Dikatakan Beijing bisa membalas langkah AS untuk membatasi penjualan chip ke Huawei, dengan membatasi penjualan produk-produk Amerika di China dan dengan beralih ke pemasok alternatif di China dan Korea Selatan.
Beijing sangat mendukung seruan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres untuk penghapusan sanksi yang menghambat perjuangan global melawan virus corona baru.
Umumnya tes dianostik harus disetujui oleh pemerintah pusat di Beijing. Namun ratusan perusahaan enggan memproses perizinan.
Washington dan beberapa musuh lain di Teheran dan Beijing mengeksploitasi epidemi tersebut untuk menyebarkan Iranophobia dan Sinophobia.
Bloomberg News melaporkan, para pejabat AS akan melakukan sidang pada Senin (24/2) untuk membahas bagaimana menanggapi langkah rasis Beijing pekan lalu itu.
Sebelumnya Beijing melarang semua perdagangan produk unggas dari AS sejak 2015, karena adanya wabah flu burung di sana.
Sejak wabah virus menyebar di seluruh negeri dari provinsi Hubei untuk menginfeksi lebih dari 40.000 orang, pemimpin kelahiran 15 Juni 1953 di Beijing, menjauh dari mata publik.
Zarif mengatakan telah melakukan percakapan telepon dengan rekannya dari China, Wang Yi, menekankan bahwa Teheran berdiri tegak di sebelah Beijing ketika virus corona menyebar ke seluruh dunia.
Jumlah total secara nasional yang terjangkit virus tersebut sudah dari 13.700, berdasarkan angka yang sebelumnya dikeluarkan pemerintah di Beijing.
Mereka terdiri dari 237 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, satu WNA, serta lima anggota Tim Aju KBRI Beijing.