Wapres menyampaikan bahwa PTM terbatas sangat penting dilakukan karena tidak optimalnya pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebut pembelajaran jarak jauh (PJJ) berkepanjangan bisa berdampak besar dan permanen pada peserta didik.
Meski kuota gratis yang diberikan pemerintah seluruhnya merupakan kuota umum, namun kuota ini tidak dapat digunakan pada aplikasi dan game tertentu. Apa saja? Dikutip dari laman https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/, berikut ini daftarnya.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa kuota data internet ini diperlukan untuk mendukung pembelajaran di masa pandemi yang berlangsung secara tatap muka terbatas maupun pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) era Kabinet Indonesia Jilid II, Prof. Mohammad Nuh meminta pemerintah mewaspadai fenomena stunting learner, yang diakibatkan oleh kesenjangan digital selama pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah meningkatkan sarana dan prasarana untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Sedangkan di wilayah PPKM Level 4 masih tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), guna menghindari penularan Covid-19.
Kepala Sekolah Murid Merdeka (SMM), Laksmi Mayesti mengatakan, hal yang perlu diingat dari sistem pembelajaran blended learning yaitu bukan berarti para siswa hanya belajar secara dalam jaringan (daring) atau online saja.
Banyak kalangan, mulai dari pemerintah, pakar, termasuk MPR sendiri, yang merasa prihatin kemudian melakukan berbagai kajian untuk mencari jalan keluarnya.
Akibat pandemi yang berlangsung hampir dua tahun dan kapan berakhir semua tidak tahu membuat Lestari khawatir kita akan berhadapan dengan ‘learning lost’.