Kejati Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat apresiasi dari Komisi III DPR RI atas penyelamatan pendapatan negara dari sektor sumber daya alam (SDA).
Sikap Presiden Jokowi dalam memutuskan kebijakan terkait lingkungan hidup mulai dipertanyakan. Kepala Negara yang dikenal keras menangani isu SDA mulai kendur di penghujung masa jabatannya.
Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo menanggapi bahwa Indonesia memiliki beragam potensi, salah satunya sumber daya alam (SDA) guna memperkuat kondisi perekonomian negara Selatan dalam kerjasama Selatan-Selatan.
Kasus ledakan smelter PT. ITTS di Kawasan IMIP yang sampai hari ini mencapai 18 orang korban tewas adalah kasus terbesar dalam sejarah pengoperasian smelter nasional. Kalau tidak ada tindakan korektif dari Pemerintah kita khawatir, smelter ini akan menjadi mesin pembunuh para pekerja kita.
Pendapatan SDA non-migas tercatat mencapai Rp116,8 triliun atau 180,3% dari target, meningkat akibat penyesuaian tarif iuran produksi/royalti batubara
Pembangunan nasional Indonesia saat ini masih bergantung kepada sumber daya alam. Sebab, di awal kemerdekaan sampai 1990-an, sumber daya alam berupa minyak mentah, gas alam dan batubara serta hasil alam lainnya menjadi penopang utama sumber devisa, yang berdampak terhadap stabilitas moneter.
Nikel sebagai SDA strategis dan kritis sudah seharusnya dieman-eman. Masak yang kita ekspor berupa NPI (nickel pig iron) dan Fero Nikel, yang kandungan nikelnya hanya sekitar 4-10 persen. Ini kan produk setengah jadi dengan nilai tambah rendah.
Industrialisasi SDA harus menjadi penggerak utama (prime mover) pembangunan nasional.
Kemnaker Genjot Pengembangan Kompetensi SDM Papua
Kami mendesak Kementerian ESDM untuk terus meningkatkan kinerja sehingga masyarakat semakin sejahtera karena pembangunan energi dan sumber daya mineral yang ada. Bukan malah sebaliknya mereka terkena “kutukan SDA”. Dimana Masyarakatnya tetap miskin, SDA nya terkuras, dan lingkungannya hancur.