Tingkat penularan virus korona yang berlangsung sangat cepat belakangan ini, harus dihadapi dengan upaya-upaya pencegahan yang cepat pula.
Semua elemen bangsa seharusnya memahami bahwa pergerakan orang dari satu wilayah ke wilayah lain sangat berpotensi menyebarkan virus korona.
Data Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan yang disampaikan lewat Youtube Pusdalops BNPB, Senin (24/5) menyebutkan bahwa kasus varian korona baru yang termasuk varian of concern.
Turki akan mulai mengurangi penguncian ketat virus korona pada hari Senin dengan mengizinkan pergerakan pada siang hari sambil tetap memberlakukan jam malam dan akhir pekan.
Dan yang lebih memprihatinkan, tambahnya, di tengah belum mampu mengendalikan penyebaran Covid-19, saat ini varian baru virus korona dari India, sudah teridentifikasi di Indonesia.
Jumlah kasus virus korona baru terus meningkat di Mesir dalam beberapa pekan terakhir dan para pejabat telah memperingatkan infeksi menyebar lebih jauh ketika keluarga bertemu selama Ramadan, yang berakhir minggu depan, dengan perayaan Idul Fitri.
Sekitar 9.000 warga Australia diyakini berada di India, di mana ratusan ribu kasus virus korona baru terdeteksi setiap hari dan jumlah kematian melonjak.
Pengangkut militer Super Galaxy yang membawa lebih dari 400 tabung oksigen dan peralatan rumah sakit lainnya serta hampir 1 juta tes virus korona yang cepat mendarat di bandara internasional New Delhi saat ibu kota India itu menghadapi krisis pandemi besar.
Jerman telah mengklasifikasikan India sebagai daerah dengan insiden virus korona yang tinggi dan juga menempatkan negara itu dalam daftar peringatan terpisah untuk varian virus corona.
India saat ini mencatat lebih banyak kasus baru virus korona daripada negara lain. Pada hari Senin, rata-rata tujuh hari untuk infeksi harian baru adalah sekitar 233.000, menurut Our World in Data.