Pembuat vaksin itu mengatakan kontaminasi itu ditemukan hanya dalam satu botol. Namun, Moderna memutuskan untuk menarik semuanya karena sangat berhati-hati.
Kementerian ESDM menyatakan tanah terkontaminasi minyak bumi di Blok Rokan merupakan akibat dari kegiatan eksplorasi dan eksploitasi oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).
Barantan akan mulai membenahi sistem ketertelusuran (traceability) seluruh rumah walet, mengingat semua importir lambat laun akan meminta jaminan kualitas, jaminan mutu pangan, aman dari risiko-risiko hama penyakit dan kontaminasi lainnya.
Pihak berwenang Jepang pada Agustus menangguhkan penggunaan tiga batch suntikan Moderna yang mengandung 1,63 juta dosis setelah diberitahu tentang kontaminasi.
Perusahaan itu mengatakan telah memberi tahu Moderna dan meminta penyelidikan segera. Hingga kini Moderna belum memberikan komentar kepada media terkait hal tersebut.
Saat mengumumkan penarikan kembali pada Jumat, Badan Pangan Singapura (SFA) mengatakan telah menangguhkan pertanian sampai memperbaiki masalah kontaminasi.