Kegiatan ini berlangsung pada lahan seluas empat hektare yang merupakan kerjasama antara petani dan BPP Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Kepala BPTP Sumatera Barat, Jekvy Hendra mengatakan sudah mampu memproduksi 60 liter hand sanitizer dan siap didistribusikan ke pegawai dan lingkungan kerja BPTP Sumatera Barat.
Panen dilakukan secara bertahap dengan menggunakan sistem teknologi untuk mempermudah proses perontokan gabah.
Lalat buah merupakan ancaman yang sangat serius terhadap pengembangan jeruk RGL di Provinsi Bengkulu.
Dinas juga siap bersinergi dengan BPTP Bengkulu untuk melakukan pendampingan terhadap petani.
BPTP adalah ujung tombak diseminasi dan transfer teknologi hasil-hasil peneliti litbang pertanian.
Keberadaan embung juga berhasil tingkatkan efisiensi waktu petani dalam mengolah lahan.