Provinsi yang merupakan penyangga pangan ibukota ini memiliki lahan kering seluas potensial seluas 157.546 hektar.
Kementan perkenalkan beragam pangan organik lokal Indonesia ke Denmark. Dengan itu Indonesia dipercaya dapat semakin meningkatkan ekspor pertanian ke Denmark.
Melonjaknya volume impor pangan saat ini salah satunya disebabkan kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.
Presiden Hage secara khusus mengapresiasi Indonesia yang mampu memenuhi pangan rakyatnya yang berjumlah 250 jiwa sementara Namibia yang berpenduduk 2 juta jiwa masih impor dari negara lain.
Bidang pertanian sangat menjanjikan di masa depan. Kebutuhan akan produk-produk pertanian termasuk pangan akan terus bertambah di masa datang, banyak konglomerat yang berjaya lahir dari bidang pertanian.
Badan pangan pemerintah ini menjadi satu-satunya pihak yang berwenang untuk melakukan impor jagung untuk kebutuhan pakan ternak.
Diharapkan dapat memberikan kepastian simpan, ketersediaan kebutuhan bahan baku industri, serta bahan pangan konsumsi masyarakat.
Peningkatan produksi pertanian sebagai dasar mewujudkan ketahanan pangan menunjukan progres yang sangat signifikan, bahkan pertambahan penduduk yang cukup besar tidak membuat ketahanan pangan kendor.
Kementan berhasil membuktikan kepada wisatawan lokal dan asing di Candi Borobudur terhadap keajaiban pangan lokal berdampak langsung bagi tubuh.