Kementan terus melakukan aksi baik formal (Pendidikan tinggi dan menengah), nonformal (pelatihan, bimtek), maupun informal (penyuluhan) baik secara online maupun offline guna meningkatkan kapasitas SDM pertanian Indonesia.
Saat ini Kementan sudah memiliki sekolah vokasi yang juga telah menetapkan merdeka belajar, memberikan akses yang sama kepada seluruh peserta didik mengembangkan kemampuannya,
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan Nasional, diperlukan SDM yang berkualitas. Terutama penyuluh sebagai garda terdepan.
Gerakan tiga kali ekspor merupakan gerakan bersama untuk mengoptimalkan potensi pertanian Indonesia.
Kebijakan di sektor pertanian diharapkan dapat betul-betul memberdayakan petani lokal dalam rangka menstabilkan dan mengatasi lonjakan harga cabai di berbagai daerah.
Salah satu jalur Penerimaan Mahasiswa Baru yang diselenggarakan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) yaitu jalur undangan Anak Petani Berprestasi.
Pembangunan serta penguatan sektor pertanian memiliki urgensi sendiri terhadap kewajiban sebuah negara dalam memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyatnya. Maka dari itu, program-program yang berorientasi kemajuan pertanian mesti didorong dengan optimal.
Untuk menjaga trend positif tersebut perlu dilakukan upaya penerapan teknologi secara masif dan peningkatan ketrampilan petani dalam melihat dan memanfaatkan peluang pasar baik online maupun offline dan lokal maupun internasional.
Untuk mewujudkan ketahanan pangan Nasional diperlukan SDM yang berkualitas, yaitu petani dan penyuluh pertanian.
Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM Pertanian.