India sedang mempertimbangkan sejumlah proposal investasi dari China, pasca regulasi investasi malah menciptakan hambatan untuk arus masuk.
India melaporkan 168.063 infeksi COVID-19 baru pada Selasa (10/1), kenaikan 20 kali lipat dalam sebulan meskipun pengujian jauh di bawah kapasitas.
Hampir satu juta umat Hindu diperkirakan akan berkumpul di tepi Sungai Gangga pada Jumat dan Sabtu akhir pekan ini, untuk ritual mandi suci. Padahal kasus Covid-19 di negara itu sedang meningkat.
Keputusan tersebut, ditegaskan Jokowi, diambil karena melihat keselamatan rakyat adalah yang paling utama dalam penanganan pandemi Covid-19
asien rawat inap Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran tambah lagi.
Rawat inap terus meningkat sejak akhir Desember, dua kali lipat dalam tiga minggu terakhir, karena Omicron dengan cepat mengambil alih Delta sebagai versi virus yang dominan di AS.
Sebanyak 89,4 persen dari semua yang berusia 12 tahun ke atas telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, namun yang tidak divaksinasi menyumbang dua pertiga dari semua pasien COVID di unit perawatan intensif.
Penerimaan bersih rumah sakit baru masih jauh di bawah puncak yang ditetapkan pada Nov-Des 2020, ketika mencapai lebih dari 700 selama hampir sebulan dan rawat inap COVID-19 memuncak pada 33.497 pada 16 November 2020.
China mengambil tindakan serupa terhadap Brasil setelah negara itu mengkonfirmasi kasus BSE, sebelum memulihkan impor pada Desember setelah gangguan tiga bulan.
Tren peningkatan kasus Covid-19 disebabkan oleh penularan dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN)