Komentar Wang muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperingatkan rekannya dari China, Xi Jinping, pada hari Jumat tentang konsekuensi jika Beijing memberikan dukungan material untuk invasi Rusia ke Ukraina.
Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F. Paulus mengungkapkan, DPR RI mengajukan proposal untuk dalam menangani konflik yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina.
China telah menghindari kecaman internasional terhadap tindakan Rusia di Ukraina, menolak untuk mengutuk invasi Presiden Vladimir Putin.
Kantor berita negara RIA Novosti mengatakan itu adalah penggunaan pertama senjata hipersonik Kinzhal selama konflik di Ukraina pro-Barat.
China melaporkan hanya dua kematian COVID-19 untuk semua tahun 2021, yang terakhir pada 25 Januari.
Xi mengatakan pada pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut bahwa hubungan negara ke negara tidak boleh ke tahap konfrontasi militer.
China mengatakan Taiwan, yang dipandangnya sebagai provinsi yang memisahkan diri untuk dibawa kembali, dengan paksa jika perlu, adalah masalah paling sensitif dan penting dalam hubungannya dengan AS.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengimbau semua kepala daerah waspada terhadap kondisi geopolitik dunia yang berubah drastis usai konflik Rusia-Ukraina.
Klaim Biden bahwa Presiden Vladimir Putin adalah penjahat perang karena menyerang Ukraina adalah pernyataan yang tak termaafkan oleh pemimpin negara yang telah membunuh warga sipil dalam konflik di seluruh dunia.