Peningkatan ini terjadi karena faktor barang yang diekspor tidak lagi dalam berbentuk barang mentah, akan tetapi sudah diolah menjadi makanan bermutu yang digemari masyarakat dunia.
Iran sudah mengirimkan 135 juta metrik ton barang dan produk non-minyak mentah ke negara lain antara Maret 2018 dan Maret 2020.
Arab Saudi akan menjual sekitar 600.000 barel minyak mentah per hari ke Amerika Serikat pada bulan April.
Sekelompok anggota dewan dari Partai Republik (GOP) Amerika Serikat, mengancam Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman, agar memotong produksi mentahnya.
Setelah pengumuman ini, harga minyak mentah jenis WTI naik 5,1 persen ke US$ 33,13 per barel sementara Brent naik 5,1 persen ke US$ 34,93 per barel
"Kesempatan untuk memperbanyak stock Minyak, ingat tidak lama lagi akan masuk bulan puasa dan lebaran. Segala upaya perlu dilakukan demi menjaga stabilitas dan ketersediaan," tegas Sartono
Saham perusahaan minyak, Saudi Aramco turun sepuluh persen setelah Arab Saudi memangkas harga jual resmi minyak mentah
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari 2020, penurunan tajam terjadi pada ekspor migas dan non-migas yang merosot 12.07%, hal ini dapat terjadi karena China merupakan pengimpor minyak mentah terbesar, termasuk dari Indonesia.
Harga minyak mentah dunia turun pada Kamis (30/1) pagi setelah korban tewas akibat virus corona meningkat menjadi 170 orang.
Iran mencoba memperluas bagian hilir industri minyak dan gasnya sejak Amerika Serikat (AS) memberlakukan serangkaian larangan inklusif terhadap penjualan langsung minyak mentah negara itu pada November 2018.