Garis keturunan utama B1617 pertama kali diidentifikasi di India Desember lalu, meskipun versi sebelumnya terlihat pada Oktober 2020.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pekan lalu mendukung seruan dari India dan Afrika Selatan untuk mengesampingkan perlindungan paten untuk vaksin COVID-19, membuat marah perusahaan farmasi dan memicu penentangan dari beberapa negara Eropa.
Kementan telah menindaklanjuti persyaratan yang dimaksud dan menunggu respon pihak pemerintah China hingga saat ini.
Center for COVID-19 Situation Administration (CCSA) mengatakan, kasusnya adalah seorang perempuan Thailand hamil yang bepergian dengan putranya dari Pakistan ke Thailand bulan lalu.
Kasus baru naik 403.738, hanya sedikit dari rekor dan meningkatkan total sejak awal pandemi menjadi 22,3 juta.
Garda Bangsa kritik keras pemerintah yang tidak bijak terhadap masuknya WNA China ke Tanah Air dengan sangat mudahnya.
Sebelumnya, pemerintah Pakistan telah memberlakukan penguncian wilayah pada April 2021. Hal tersebut menyusul kekhawatiran terjadi gelombang ketiga corona di perbatasan India.
Varian bernama B1617 ini telah menjangkau setidaknya 17 negara, dari Inggris dan Iran hingga Swiss, yang memicu kekhawatiran global.
China menuduh bahwa penyelenggara acara tersebut, yang juga mencakup beberapa negara Eropa lainnya bersama dengan Australia dan Kanada, menggunakan masalah hak asasi manusia sebagai alat politik untuk mencampuri urusan dalam negeri China seperti Xinjiang.
Kalangan dewan mengkritik kedatangan WNA China saat larangan mudik dalam 2 tahun berturut-turut.