Jika Jokowi dipastikan maju di pilpres 2019, lalu siapa lawan tangguh Jokowi? Ada dua nama potensial yaitu Prabowo Subianto dan Anies Rasyid Baswedan.
Pengakuan La Nyalla Matalitti terkait permintaan uang sejumlah Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju di Pilgub Jatim, ternyata tak sebanding dengan yang disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK), Pilpres 2019 diprediksi dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni pertarungan antara Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto.
Pilpres 2019 diprediksi akan ada dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres) yang akan bertarung. Pilpres 2019 merupakan pertarungan kembali antara Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto.
Selain Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, publik sedang mencari calon alternatif untuk Pilpres 2019.
Putri presiden keempat Abdurahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid menolak tawaran Partai Gerindra untuk maju sebagai Cagub Jawa Timur (Jatim) pada kontestasi Pilkada 2018.
Baik Gus Ipul, maupun Khofifah adalah petinju kelas berat. Tokoh sekelas Yenny, baru akan menjadi lawan sepadan.
Menurut Prabowo, Gerindra menjalin kerja sama bersama PKS dan PAN dalam pilkada di sejumlah provinsi.
Presiden Jokowi harus mewaspadai adanya poros ketiga dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Selain Prabowo Subianto, bukan tidak mungkin akan muncul kuda hitam sebagai pesaing baru.
Jelang Pilpres 2019, hingga saat ini baru muncul dua nama calon presiden (Capres) yang kemungkinan akan maju. Adalah Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.