Pendahulu Biden, Donald Trump, meninggalkan kesepakatan pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi AS. Keputusan itu lantas membuat Iran mulai melanggar batas nuklirnya.
Kelompok Syiah yang didukung Iran terus mengancam serangan teroris dan memberikan dukungan kepada organisasi teroris dan menimbulkan ancaman nyata dan kredibela bagi Australia.
Negosiasi tidak langsung akan dimulai pada 29 November mendatang terkait upaya menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.
Undang-undang Kependudukan dan Perlindungan Keluarga Muda mulai berlaku pada Senin (15/11) dalam upaya untuk mendorong tingkat kelahiran lebih tinggi karena Iran menghadapi krisis yang membayangi karena populasinya yang menua.
Langkah itu menghidupkan kembali kekhawatiran tentang meningkatnya perlombaan senjata di luar angkasa, yang mencakup segala hal mulai dari senjata laser hingga satelit yang mampu mengusir orang lain keluar dari orbit.
Ada laporan tentang penumpukan senjata berat dan pasukan di negara bagian Chin.
Pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS, yang terhenti pada Juni setelah pemilihan Presiden garis keras Iran Ebrahim Raisi, akan dilanjutkan pada 29 November di Wina untuk menemukan cara untuk memulihkan kembali kesepakatan 2015.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan diakhirinya pertempuran di Ethiopia, dan mendesak segera dilakukan pembicaraan gencatan senjata.
Pesawat juga terbang di atas Selat Hormuz, sebuah chokepoint untuk seperlima dari produksi minyak dunia di ujung Teluk yang dianggap Iran sebagai wilayah pengaruh strategis.
Laporan itu juga menolak anggapan bahwa COVID-19 berasal dari senjata biologis, dengan mengatakan para pendukung teori ini tidak memiliki akses langsung ke Institut Virologi Wuhan dan telah dituduh menyebarkan disinformasi.