KPK menduga bukti itu menjadi materi obyek audit yang dilakukan auditor badan pemeriksa keuangan (BPK) Jawa Barat
BPK menemukan terdapat 6.011 masalah yang nilainya mencapai Rp.31,34 Triliun di laporan keuangan Pemerintah Pusat.
"Alat bukti yang sudah dikumpulkan oleh Tim Penyidik hingga saat ini, kami yakini dapat memperkuat dugaan perbuatan Tersangka,"
KPK menduga uang itu digunakan Ade Yasin untuk menyuap anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat.
"Sorry ya, saya tidak pernah melakukan itu,"
Adapun alirang uang suap itu didalami penyidik KPK lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Temuan BPK ini harus diinvestigasi karena sudah melanggar sejumlah ketentuan yang berlaku. Disinyalir sebagian alat tes tersebut tidak memenuhi spesifikasi aspek kedaluwarsa. Ini membuat negara mengalami kerugian yang tidak sedikit
para saksi akan diperiksa untuk melengkapi berkas perkara Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin.
Penegak hukum diminta tindak lanjuti temuan BPK di Kemenkes
Tak hanya itu, menurut hasil pemeriksaan BPK RI, terdapat penyaluran yang tidak tepat sasaran dalam pelaksanaan kartu prakerja yang dikomandoi Menko Perekonomian sebesar Rp 289 miliar.