KTT kedua antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un gagal karena tidak sepakat soal sanksi dan denuklirisasi.
Selama pertemuan yang digelar di Hanoi, Vietnam, Pemimpin Korut Kim Jong Un tidak memberikan keterangan lengkap terkait persiapan pembongkaran fasilitas nuklir Yongbon.
Ini berarti Korut harus menghapus seluruh program senjata pemusnah massal di Pyongyang, termasuk rudal balistik antarabenua.
Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un dijadwalkan dimulai pada 27 Februari mendatang, dan berakhir keesokan harinya.
Pernyataan Trump muncul jelang pertemuan dengan pemimpin Korut Kim Jong Un minggu depan di Hanoi, Vietnam.
Dikatakan bahwa langkah pemerintah AS merupakan bagian dari negosiasi mempertahankan tekanana sanksi terhadap Korut.
Meskipun pejabat intelijen AS mengatakan bahwa Korut tak mungkin meninggalkan program nuklirnya, Trump menegaskan bahwa peluang dan inisiatif Korut masih besar.
Selain persiapan untuk pertemuan puncak, agenda pejabat AS Stephen Biegun dengan pejabat Korut Kim Hyok Chol juga akan membahas komitmen Korut pada KTT Singapura terkait denuklirisasi.
Kim juga mengatakan kepada Presiden China Xi Jinping bahwa ia berharap pihak-pihak terkait memaklumi kekhawatiran Korut, terkait sanksi AS, dan mendorong resolusi komprehensif di Semenanjung Korea.
Kedatangannya hanya beberapa setelah peringatan bahwa Korut akan menempuh jalan alternatif, bila Amerika Serikat tidak meringankan sanksi dan tekanan terhadap negara terisolasi tersebut.