Laporan ini muncul dalam publikasi kantor berita resmi Korut edisi Minggu (23/6), yang menyebut Kim memperoleh `surat istimewa`.
Jeong menyebut uji coba Korut sudah diselidiki, dan kesimpulannya rudal masih berada dalam jangkauan.
Korea Utara meminta Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, menindak Amerika Serikat (AS) atas tindakan ilegal merebut kapal kargo milik Pyongyang
Korea Utara (Korut) menyebut tindakan Amerika Serikat (AS) menyita kapal kargo batubara Korut sebagai sebuah perampokan.
Korea Utara (Korut) menembakkan sejumlah proyektil jarak pendek ke laut lepas pantai timur pada Sabtu (4/5).
Korea Utara selama bertahun-tahun berada di bawah serangkaian sanksi keras yang dijatuhkan AS dan PBB untuk program-program rudal balistik nuklir dan balistiknya.
Kelompok itu mengklaim AS mengkhianati kepercayaannya setelah anggota mendekati FBI.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan sanksi untuk Korea Utara (Korut) pada Sabtu (23/3)
Padahal situs tersebut sebelumnya sudah mulai dibongkar, pasca pertemuan pertama Pemimpin Korut Kim Jong Un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tahun lalu di Singapura.
Moon mengatakan tidak akan menginginkan Pyongyang dan Washington untuk menghentikan dialog terlalu lama, dan dia percaya bahwa kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan pada akhirnya.