Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mendorong pemanfaatan teknologi digital, dalam rangka mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, 27 produk tersebut merupakan program Bakti Inovasi Kemristek/BRIN dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19.
Menurut Bambang, sinergi tersebut merupakan langkah strategi agar Indonesia dapat melewati jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap).
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menyebut kemandirian vaksin sangat diperlukan.
Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro meminta pembangunan di daerah rawan gempa dan tsunami harus lebih hati-hati, guna meminimalisasi kerugian apabila terjadi bencana.
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, pada fase awal inisiasi usaha para teknopreneur dan wirausaha pada umumnya membutuhkan pendampingan dari segi teknologi maupun manajemen, agar meningkatkan daya saing produk dan usahanya.
Kemristek/BRIN menyambut baik inovasi GeNose, teknologi pendeteksi Covid-19 melalui embusan napas hasil karya peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pendanaan diberikan kepada 27 perguruan tinggi yang mengajukan total 29 judul proposal, dengan jumlah anggaran sebesar Rp2,7 miliar.
Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro menyebut kerja sama bertajuk United Kingdom-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Science (UKICIS) ini juga sudah direstui oleh Menteri Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Inovasi Inggris Amanda Solloway MP.
Kelima inovasi tersebut ialah vaksin Covid-19, rapid test, PCR test, suplemen, dan laboratorium berjalan (mobile lab).