Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menjemput paksa Ketua DPR Setya Novanto, di kediamannya, Jalan Wijaya 13 Nomor 19, Jakarta, Rabu (15/11).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menjemput paksa Ketua DPR Setya Novanto, di kediamannya, Jalan Wijaya 13 Nomor 19, Jakarta, Rabu (15/11).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan akan menjemput paksa Ketua DPR Setya Novanto, di Jalan Wijaya 13 Nomor 19, Jakarta, Rabu (15/11).
Partai Amanat Nasional (PAN) meminta agar Ketua DPR Setya Novanto menghadiri panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi e-KTP.
Sebagai konsekuensi logisnya, kata Fayakhun, maka provinsi Jakarta tidak memiliki anggota legislatif di tingkat provinsi dan keberadaan DPRD DKI dihapuskan.
Dalam rangka menyambut HUT Partai Golkar ke-53 tahun 2017, Ketua Umum Ikatan Istri Partai Golongan Karya (IIPG), Deisti Astriani Setya Novanto melakukan Bakti Sosial (Baksos).
Partai Golkar terus mengalami kemerosotan terhadap opini publik. Untuk itu, perlu dilakukan Munaslub Partai Golkar guna memperbaiki citra partai. Lalu siapa figur yang layak untuk memimpin Partai Golkar?
Pasca penetapan Ketua Umum Partai Golkar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), partai berlambang pohon beringin itu terus mengalami tren penurunan.
Opini publik terhadap Partai Golkar terus mengalami tren penurunan. Hal itu pasca penetapan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Saksi Elza Syarief saat itu menyebut mengetahui percakapan telepon antara Farhat Abbas dengan Zulhendri terkait kasus yang menjerat Miryam.