Menteri Pertahanan mengatakan penutupan itu bertujuan untuk mengurangi peran militer di sektor perekonomian.
Selanjutnya keenam pemimpin militer itu akan dituntut di pengadilan internasional dengan dakwaan tindakan genosida terhadap minoritas Rohingya.
Menurut informasi dari Direktorat Keamanan Nasional di Kabul, sepuluh anggota kelompok militan lainnya juga tewas dalam agresi militer Afganistan dan asing tersebut.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, Washington akan menerapkan tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran dan akan memberlakukan sanksi terkuat dalam sejarah Republik Islam Iran.
Sejak didirikan, Armada Kedua melakukan latihan militer dengan NATO, melatih dan mensertifikasi kapal dan awak untuk ditempatkan, memberikan bantuan kemanusiaan dan melakukan misi tanggap bencana.
Sebagian besar anak-anak dan perempuan, melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan militer melancarkan tindakan kekerasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada 25 Agustus 2017.
Empat tentara, pasukan penjaga perbatasan, dua unit militer diduga terlibat `pembersihan etnis` di Myanmar
Departemen Keuangan AS juga menyatakan militer Myanmar telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia lainnya terhadap Muslim Rohingya negara tersebut.
Menurut keterangan Gedung Putih, pembatalan tersebut berujung pada penundaan peringatan pawai militer menjadi tahun depan.
Pernyataan itu dikeluarkan sebagai tanggapan terhadap peringatan Tiongkok untuk pesawat militer Filipina yang berpatroli di dekat pulau buatan