AS baru-baru ini menyasar para pejabat senior dan sektor manufaktur dan logam di Iran dengan sanksi baru sebagai reaksi atas serangan rudal balasan Negeri Para Mullah terhadap pangkalan Ain al-Assad di Irak.
Jaksa Agung AS, William Barr mengatakan pada Senin (13/1) bukti menunjukkan penembak itu dimotivasi oleh ideologi ekstremis.
Pangeran Abdulaziz mengatakan kerajaan dalam Januari dan Februari akan memproduksi 7,74 juta barel minyak per hari
Pangkalan itu, yang terletak sekitar 80 kilometer di utara ibukota, juga menampung pasukan AS
Empat anggota militer Irak terluka pada Minggu (12/1), dalam serangan rudal yang menargetkan pangkalan udara di utara Baghdad
Boeing 737-800, dalam perjalanannya ke Kiev dan akhirnya menuju Toronto, ditembak jatuh secara tidak sengaja pada 8 Januari, beberapa jam setelah Iran menembakkan rudal di dua pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak.
Thani memuji dukungan Iran untuk negaranya, khususnya pada saat sanksi yang dipimpin Arab Saudi dan sekutunya terhadap Doha.
Trump mengatakan, pasukanya tidak akan meninggalkan Irak kecuali Baghdad menganti rugi seluruh biaya yang dihabiskan Washington di negara tesebut.
Selain masalah signal, Menteri Abdul Halim menuturkan bahwa harapan untuk perbanyak ekspor belum terpenuhi untuk daerah perbatasan
Wartawan Irak Ahmed Abdul Samad dibunuh di kota Basra oleh orang tak dikenal