Berdasarkan rilis International Coffee Organization (ICO) pada tahun 2020, Indonesia berkontribusi sebesar 7,04% dari total produksi kopi di dunia.
Daya saing selama ini, kata Dedi, masih menjadi salah satu permasalahan yang menimpa hampir semua komoditas pertanian Indonesia, kecuali kelapa sawit, kopi, kakao, lada dan karet.
Di Aceh, Bea Cukai mengunjungi beberapa UMKM dengan beragam komoditi kualitas ekspor antara lain ikan, kopi, tekstil, hingga bawang merah.
Dengan perubahan iklim yang mengancam pertanian kopi tradisional, ilmuwan Finlandia mengklaim telah menghasilkan kopi dari kultur sel, dengan aroma dan rasa yang menyerupai aslinya.
Education New Zealand (ENZ), bermitra dengan Kopi Tuli dan Sekolah Bisnis Universitas Canterbury (UC Business School), mengumumkan peluncuran edisi kedua kompetisi ide bisnisnya, KIWI Challenge 2021.
Kenaikan ekspor pertanian terjadi karena adanya kenaikan tinggi ekspor komoditas kopi sebesar 30,55 persen, kemudian buah-buahan tahunan tumbuh 70,03 persen, dan hasil hutan bukan kayu lainnya tumbuh sebesar 33,76 persen.
Vietnam adalah produsen utama robusta, biji kopi pahit yang digunakan dalam kopi instan dan beberapa campuran espresso. Tahun ini saja, harga biji robusta grosir meningkat sekitar 50 persen.
Kondisi pandemi Covid-19 secara global juga mempengaruhi ekspor kopi Indonesia
Ada beberapa produk yang diekspor dari desa pada kesempatan itu yaitu kopi, beras organik, pupuk organik hingga essential oil dengan negara tujuan Eropa, Amerika Selatan, Asia dan Timur Tengah.