FUSI melihat pasangan Prabowo - Gibran menurut kaidah santri melanjutkan kebaikan yang lama dan melanjutkan hal-hal ide inovasi gagasan yang baru.
Jadi kalau menurut saya, kita tidak bisa lagi membahas kenapa Gibran? Sebab, Gibran sudah ada di sana dan aturannya menegaskan tidak bisa berubah lagi, itu sudah clear.
Pencalonan Gibran Rakabuming Raka, yang merupakan putera Presiden Jokowi dan keponakan Ketua MK Anwar Usman, malah membebani elektabilitas capres Prabowo Subianto.
Selain Habib Luthfi terdapat nama Wiranto yang juga merupakan anggota Watimpres. Selain itu terdapat nama 2 mantan ketua umum partai yakni mantan Ketum Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) dan Ketum PAN, Hatta Rajasa.
Saya sebagai ketua pengarah dari HUT Ke-59 Partai Golkar, kami telah mengundang Bapak Presiden RI, Bapak Insinyur Joko Widodo, mengundang juga Pak Prabowo dan juga Mas Gibran, dan para ketum partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju.
Dari semua partai koalisi pendukung Prabowo-Gibran itu juga sudah memasukkan nama-nama untuk formasi-formasi yang ada, baik jadi sekretaris, bendahara umum, bendahara, wakil bendahara, maupun wakil-wakil ketua.
Bahkan isu putusan MK ini diduga menjadi cara untuk selain mendelegitimasi pasangan Prabowo Gibran juga dinilai sebagai bagian dari mendelegitimasi hasil pemilu.
Sayang disayang, mereka banyak mengajarkan demokrasi. Mereka ajarkan hak asasi manusia. Tapi, begitu ada sebuah negara yang bom rumah sakit, yang bunuh anak-anak kecil, mereka diam seribu bahasa.