Serangan itu merupakan contoh luar biasa dari kecakapan militer pasukan tentara Yaman dan pejuang sekutu dari Komite Populer.
Tindakan apa pun AS terhadap Iran akan bertemu dengan serangan balik langsung, yang tidak akan terbatas pada sumber tindakan agresi.
Keputusan itu menyusul serangan drone besar-besaran Yaman pada infrastruktur minyak Riyadh.
Pejuang Yaman Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi AS membantah dan mengklaim serangan itu dilakukan Iran.
Trump lebih yakin yang melakukan serangan itu adalah Iran, bukan Yaman
Serangan itu dilakukan bersama intelijen dan bekerja sama dengan orang-orang terhormat dan pencari kebebasan tertentu di Arab Saudi.
Dua serangan pesawat tak berawak menghantam fasilitas Abqaiq dan Khurais. Abqaiq adalah rumah bagi pabrik pengolahan minyak terbesar milik negara, Saudi Aramco.
Washington tampaknya sedang ergeser dari kampanye tekanan maksimum gagal menjadi salah satu kebohongan maksimum dan penipuan terhadap Republik Islam.
Untuk memasok kembali minyak mentah 5,7 juta barel per hari bisa memakan waktu berminggu-minggu.
Padahal Washington pada Minggu (15/9) kemarin menuding Iran sebagai dalang atas serangan drone yang menargetkan pabrik minyak Arab Saudi.