KPK masih menyelidiki aliran dugaan uang suap Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dari sejumlah kontraktor untuk mendanai kampanye pada Pilkada 2018. Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu merupakan calon petahana.
Bupati Subang nonaktif Imas Aryuminingsih (IA) sebagai tersangka kasus dugaan suap atas perizinan pabrik-pabrik di lingkungan Pemkab Subang akan segera memasuki persidangan.
Tingkat popularitas dan elektabilitas calon Bupati Lahat, Bursah Zarnubi-Parhan Berza menduduki posisi teratas serta sudah hampir klimaks, yakni 98,8 persen.
Pasangan calon bupati dan wakil bupati petahana Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat diprediksi akan melenggang tanpa hambatan.
Ultimatum itu ditegaskan lantaran tim Satgas KPK tak berhasil mencokok Ketua DPC PDIP Tulungagung dan Ketua DPC PDIP Blitar itu dalam Oprasi Tangkap Tangan (OTT).
Diduga suap itu terkait proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.
Diduga sebagian uang suap yang diterima Rudy bakal digunakan untuk membiayai Rapimnas PDI Perjuangan di Jakarta.
Nasib apes menimpa Agus, padahal ia baru saja dilantik jadi bupati pada 2017. Ini juga akan merepotkan ayahnya, Sjafei Kahar yang sedang berlaga dalam Pilkada Sultra.
Agus diketahui merupakan putra dari mantan Bupati Buton dua periode, Sjafei Kahar. Kahar saat ini sedang berlaga dalam Pilkada Sulawesi Tenggara (Sultra).
Selain Bupati, tim mengamankan 9 orang lainnya antara lain kontraktor, PNS, konsultan, dari salah satu lembaga survei.