Otoritas kesehatan di Irak dan Mesir mengumumkan pembelian jutaan dosis vaksin virus corona, dari AstraZeneca, Pfizer-BioNTech dan China Sinopharm.
Sumber pemerintah mengkonfirmasi kepada AFP bahwa Maroko telah memilih vaksin China Sinopharm dan British AstraZeneca, yang keduanya membutuhkan dua suntikan.
Mesir menandatangani kontrak untuk mendapatkan vaksin yang dikembangkan oleh China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) pada 4 Desember
Pekerja di bidang logistik dan di pasar yang menjual daging segar dan makanan laut juga akan ditempatkan lebih tinggi pada daftar mereka yang menerima vaksin, bersama dengan orang tua dan mereka yang memiliki kondisi medis yang mendasarinya.
Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay menegaskan, kabar tersebut sangat bisa mempengaruhi sosiologis di tengah masyarakat, karena timbul kesan vaksin produk China, justru tidak dipakai negaranya sendiri.
Setidaknya satu juta orang telah menerima suntikan di China setelah kandidat vaksin disetujui untuk penggunaan darurat, tetapi sejauh ini mereka hanya terbatas pada kelompok prioritas seperti pegawai negeri dan pelajar internasional.
Seluruh negara di dunia mendapat akses terhadap vaksin Covid-19. Sebab, banyak negara yang berkompetisi untuk mendapatkan vaksin virus yang berasal dari Wuhan, China itu.
Hubungan Australia-China berada pada titik terendah sejak penumpasan Lapangan Tiananmen 1989, dengan Beijing memberlakukan serangkaian sanksi ekonomi terhadap produk-produk Australia.
Negara itu sebelumnya mengizinkan Sinopharm untuk melakukan uji coba vaksin tahap ketiga di negara itu, yang melibatkan 7.700 sukarelawan.
Arab Saudi Mulai Suntikan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech Akhir Tahun.