Arab Saudi berencana untuk menghabiskan 100 miliar riyal (Rp375 triliun) pada tahun 2019 dan 2020 sebagai bagian dari strategi industri besar-besaran yang bertujuan menyapih kerajaan dari minyak,
Arab Saudi membebaskan miliarder Saudi-Ethiopia Mohammed al-Amoudi, lebih dari setahun setelah taipan itu ditahan di bawah kampanye anti-korupsi kontroversial kerajaan.
Langkah ini dilakukan di tengah tekanan internasional yang meningkat pada Arab Saudi setelah pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Istanbul di kerajaan pada 2 Oktober.
Falih mengatakan, Negeri Petro Dolar pada Senin akan mengumumkan proyek senilai 70 miliar riyal yang siap untuk dinegosiasikan di bawah NIDLP untuk meningkatkan industri, pertambangan, energi, dan logistik.
Kasus pembunuhan Jamal Khashoggi dan perang Yaman telah merusak reputasi Arab Saudi.
Pelapor khusus PBB tentang situasi HAM di Myanmar menegaskan bahwa orang-orang Rohingya harus diperlakukan dengan baik.
Amnesty International dan Human Rights Watch (HRW) meminta Arab Saudi untuk mengizinkan pemantau independen bertemu tahanan, termasuk aktivis hak-hak perempuan yang diduga disiksa
Ahmad Iman meminta Kepolisian Lombok Barat untuk segera menangkap Zainuri, yang diduga menjadi pelaku penipuan terhadap Lusmiana, seorang TKI di Arab Saudi.
Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk kasus tersebut akan mengunjungi Ankara dalam waktu dekat.
GEA, yang dikepalai oleh Turki bin Abdulmohsen Al-Shaikh, berencana mengadakan acara yang mirip dengan perlombaan banteng Spanyol dan berharap menjadi tuan rumah rapper Jay Z, di antara acara-acara lainnya.