Kenaikan ekspor pertanian terjadi karena adanya kenaikan tinggi ekspor komoditas kopi sebesar 30,55 persen, kemudian buah-buahan tahunan tumbuh 70,03 persen, dan hasil hutan bukan kayu lainnya tumbuh sebesar 33,76 persen.
Dalam situasi kelangkaan atau keterlambatan pupuk subsidi, petani kecil cenderung mengurangi penggunaan pupuk ketimbang membeli pupuk non-subsidi yang tersedia atau memilih mengolah kompos sendiri sebagai pengganti pupuk kimia.
Ketahanan Indonesia di sektor pertanian yang ditunjukkan dengan Pertumbuhan Produk Domestik (PDB) yang meningkat 2,19 persen year-on-year di tengah terjadi perlambatan ekonomi akibat pandemi COVID-19.
Kementan, melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa), berkolaborasi dengan Komisi IV DPR RI, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk petani dan penyuluh pertanian Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Pelaksanaan Sertifikasi ini dimaksudkan sebagai upaya Polbangtan YoMa untuk menyempurnakan keahlian yang telah dikuasi oleh para alumni pertanian dengan memberikan legalitas berupa sertifikat kompetensi.
Saat ini kinerja sektor peternakan juga tumbuh 7,07% dalam triwulan II 2021 (YoY) yang menyamai pertumbuhan ekonomi nasional 7,07%.
Demplot tersebut diharapkan dapat menjadi pilot project untuk desa korporasi pertanian terpadu di lokasi yang termasuk dalam program PEN Ketahanan Pangan.
Selama ini ada tiga hal penting yang menjadi tujuan utama pembangunan pertanian Indonesia.
Ketersediaan inovasi unggul merupakan faktor kunci dalam pengembangan pertanian, khususnya subsektor florikultura.
Hal ini sangat penting mengingat Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menekankan bahwa produksi pertanian harus tetap stabil.