Mentan menegaskan Papua Barat merupakan wilayah penghasil sagu terbesar nusantara, dan berharap pertanian yang diusahakan secara bersama dapat dipoles dengan sentuhan teknologi melalui pelatihan-pelatihan.
Mencetak SDM pertanian yang unggul sangat penting dilakukan mengingat Papua adalah daerah subur dengan lahan pertanian yang belum tergarap maksimal.
Baik itu laporan BPS ataupun anggota-anggota SPI di berbagai wilayah juga mencatat, subsektor tanaman pangan khususnya harga gabah, kerap berada di bawah HPP yang ditetapkan pemerintah selama tahun 2021 ini.
Bendungan ini multifungsi, bisa untuk irigasi, kemudian untuk air baku, juga untuk pembangkit listrik serta pengendalian banjir.
Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51Tahun 2021 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.
Halim Iskandar menerangkan, dari 1,8 Juta Hektare lahan pertanian tersebut, sebanyak 500.000 Hektare telah melakukan aktifitas produksi.
Selama Agustus 2021, rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp4.448,00 per kg atau naik 3,19%.
Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,17 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani sebesar 0,01 persen.
Selain dapat mengolah produk pertanian hingga ke hilir, Perusda juga akan mampu menyerap tenaga kerja lokal terutama di masa sulit ini.
Hanjeli berasal dari Asia Timur khususnya dari China dan telah banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat dan pangan fungsional.