Kini Negeri Para Mullah berada di tempat yang tinggi dunia sehubungan dengan pengembangan industri militernya.
Peristiwa baru-baru ini setelah Amerika Serikat (AS) membunuh komandan Iran adalah peristiwa unik dalam sejarah.
Pernyataan terakhir Perwakilan Khusus AS untuk Iran Brian Hook adalah publikasi resmi dan penyingkapan terang-terangan terorisme sasaran dan negara AS.
Ketegangan antara Iran dan AS membara setelah Gedung Putih membunu Jenderal Qassem Soleimani di Irak dan respons Republik Islam terhadap langkah teroris dengan serangkaian rudal balistik yang menghantam dua pangkalan AS di Irak
Kesaksian berlangsung dalam sesi tertutup, tak lama setelah penangkapan sementara Duta Besar Inggris untuk Iran, Rob Macaire
Agresi AS yang menewaskan Jenderal Soleimani membawa Gedung Putih ke jurang perang panas pertama dengan Iran sejak Revolusi Islam tahun 1979.
Dalam pidato yang disiarkan langsung, Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei menyoroti kehadiran militer AS yang sumber masalah di wilayah tersebut untuk segera angkat kaki.
Kantor berita al-Forat berbahasa Arab Irak melaporkan bahwa aliansi tersebut memutuskan memindahkan pusat komandonya dari ibukota Irak, Baghdad ke Kota Kuwait pada Selasa (7/1).
Kepala Eksekutif Afghanistan untuk Pemerintah Persatuan Nasional, Abdullah Abdullah menyesalkan agresi AS yang menewaskan Jenderal Soleimani.
Ia menyurati kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, yang menyatakan, pembunuhan dengan dalih apa pun adalah contoh nyata terorisme negara dan merupakan tindakan kriminal yang melanggar prinsip dasar hukum internasional.