Paus Fransiskus memberikan doa khusus pada Jumat malam di Vatikan, untuk mengakhiri pandemi coronavirus
Pemimpin spiritual umat Katolik, Paus Fransiskus menyindir prospoal perdamaian Palestina-Israel, yang dia anggap tidak adil bagi kedua negara.
Hubungan antara Vatikan dan Beijing telah meningkat sejak September, 2018 ketika kedua belah pihak menandatangani pakta bersejarah tentang penamaan para uskup
Paus juga mendorong penggunaan prinsip solidaritas dan subsidiaritas untuk memastikan akses ke perawatan
Pemimpin bagi 1,3 miliar umat Katolik di seluruh dunia itu dilindungi oleh pengawal dari korps khusus, yang bertugas menjaga keamanan Paus.
Paus mengaku bahwa dirinya kehilangan kesabaran dengan perempuan itu, ketika dirinya berjalan-jalan di alun-alun Lapangan Santo Petrus pada Selasa (31/12) malam.
Dalam video yang diunggah oleh @CatholicSat di Twitter pada Rabu (1/1) itu, Paus awalnya tampak sedang menyapa seorang bocah di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.
Francis juga secara khusus menyebut soal persekusi terhadap umat Kristiani yang dilakukan oleh kelompok militan di Burkina Faso, Mali, Niger, dan Nigeria, memohon kepada Tuhan untuk menghilangkan penderitaan mereka
Rouhani menggambarkan Yesus Kristus sebagai nabi yang membawa perdamaian, kebaikan dan kebebasan.