Salah satu cara yang dilakukan Direktorat Jenderal Hortikultura untuk memenuhi volume ekspor tersebut adalah melalui program Kampung Florikultura.
Importir di negara lain selam ini sebenarnya tidak mempersulit para pelaku usaha dalam negeri, hanya saja tuntutan akan kesadaran hidup dalam menjaga kesehatan semakin meningkat.
Kesegaran produk menjadi poin penting khususnya produk buah dan sayur. Dengan tampilan yang segar, konsumen dapat merasakan kenikmatan buah matang pohon dengan kesegaran yang hampir sama saat buah baru dipetik
Pada 2021, APBN sebanyak Rp 27,3 miliar dialokasikan untuk pengembangan kawasan bawang merah seluas 3.900 hektare dari Aceh hingga Papua.
Autranan hanya akan berlaku bagi pekerja yang memenuhi syarat di bawah skema Pemberi Kerja Musiman yang Diakui, yang memungkinkan sektor hortikultura merekrut tenaga kerja dari luar negeri untuk pekerjaan musiman ketika tidak ada cukup pekerja Selandia Baru.
Kondisi pertanian saat ini, banyak lahan yang sudah beralih fungsi, penurunan ketersediaan lahan produktif, dan penurunan kualitas lahan yang produktif.
Dari sekian banyak jenis buah yang ada di Indonesia, konsumsi dan produksi pisang masih jadi tertinggi. Volume ekspor pisang pun menduduki posisi kedua tertinggi setelah manggis dengan angka 5.500 ton per Mei 2021.
Banyak komoditas buah-buahan yang terhambat ke pasar ekspor dikarenakan keberadaan OPT ini.
Dari 900 kampung buah yang akan dikembangkan, 120 kampung di antaranya merupakan kampung lengkeng. Hal ini dikarenakan produksi lengkeng mengalami peningkatan luar biasa.
Melalui UMKM ini, Direktorat Jenderal Hortikultura akan memfasilitasi kelompok tani dengan sarana dan prasarana pascapanen sehingga mampu menghasilkan produk olahan berdaya saing dan berorientasi ekspor.