Aparat kepolisian dinilai lamban dalam mengungkap kasus teror terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Selain melaporkan dugaan korupsi itu, puluhan anggota LAKI juga membentangkan spanduk yang berisi dukungan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan dan KPK.
Meski penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Novel Baswedan sedan menjalani perawatan, pengusutan kasus korupsi e-KTP tetap jalan.
Unit Keamanan KPK ini nantinya akan bertugas mengawal penyidik, pegawai dan pimpinan KPK dalam kondisi khusus.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan sekaligus dukungan moral terkait aksi penyerangan terhadap penyidik Novel Baswedan.
Gatot menyatakan jika pihaknya akan menyiapkan personel jika diminta untuk mengawal penyidik KPK.
Teror terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menuai kontroversi dan spekulasi di masyarakat.
Sejumlah pihak mengecam aksi teror fisik terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dengan memakai air keras.
Teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dipastikan karena kasus yang sedang ditangani institusi pemberantasan korupsi itu.
Aksi teror terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap sudah menjadi hal yang biasa.