Kenaikan harga dan kelangkaan beberapa bahan pokok yang terjadi selama beberapa waktu terakhir harus menjadi tanggungjawab bersama.
Ini fenomena harus kita hadapi dan ini sudah kita berikan warning cukup lama di pemerintah untuk mengantisipasi. Lonjakan harga selalu akan terjadi saat menghadapi hari besar nasional seperti Ramadan, Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.
Rusia mengancam akan memotong pasokan gas ke Eropa, yang berarti akan berdampak pada kenaikan harga minyak hingga US$300 per barel.
Kementan menjaga harga komoditas yang biasanya naik menjelang Ramadan dan Idulfitri dalam batas batas wajar.
Rusia penyumbang minyak dunia terbesar di luar OPEC. Hampir 30 persen minyak dunia dari Rusia. Dengan adanya konflik ini tentu berpengaruh terhadap harga minyak dunia. Belum lagi, berbagai proyek kerja sama di bidang energi antara Rusia dan Indonesia.
Tapi dari sisi sumber daya alam, negara kita memiliki potensi yang sangat besar sebagai pengendali stok dan harga pangan. Namun sebaliknya, Indonesia terombang-ambing dengan situasi dunia yang sangat sensitif terhadap stok dan harga pangan.
Tingginya harga daging sapi di Indonesia juga disebabkan oleh tingginya harga logistik, terutama biaya penyimpanan dalam cold storage.
Offtaker sebagai pembeli memberikan kepastian harga panen sehingga petani termotivasi untuk meningkatkan pertanaman.
“Persediaan sebenarnya tersedia. Selisih kebutuhan ini sudah mendekati normal. Akhir bulan ini secara teoritis sudah cukup”
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bergerak cepat merespons naiknya harga elpiji nonsubsidi di Jateng. Dia langsung menginstruksikan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan Pertamina.