Kubu Djan melalui surat yang dilayangkan meminta Menkumham meninjau ulang Surat Keputusan (SK) PPP yang dipimpin M Romahurmuziy
Menkumham dinilai tidak punya pintu masuk untuk mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pengesahan kepengurusan PPP pimpinan Djan Faridz.
Keputusan DPP PPP kubu Djan Faridz mendukung Ahok-Djarot tersebut bertolak belakang dan DPP PPP kubu Romahurmuziy (Romi) yang mengusung pasangan cagub-cawagub DKI Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.
Keputusan Djan akan bertolak belakang dengan keinginan konstituen dan para alim ulama yang menginginkan pemimpin muslim di DKI.
Keputusan partai yang tergabung dalam poros Cikeas untuk mengusung Agus-Sylvi ke Pilkada DKI telah melalui survei dan perhitungan politik yang cukup matang.
Meski membangkang dengan keputusan partai, Ruhut Sitompul masih tercatat sebagai kader maupun anggota Partai Demokrat.
Seorang pemimpin harus bisa mengambil keputusan dan tanpa paksaan dan tekanan dari siapapun.
Agus telah mengambil keputusan yang cukup berat memilih menjadi cagub dengan meninggalkan karir, senior, para atasan, sahabat serta anak buahnya di kesatuan Militer.
Gerindra menimpali keputusan PDIP mengusung Ahok-Djarot sebagai simbol kekalahan positioning politik gubernur DKI tersebut terhadap ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Hanya Megawati yang bisa kalahkan Ahok," ujar ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa di gedung DPRRI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2016).
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dinilai telah menjilat `ludah` Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal itu terkait keputusan PDIP mengusung Ahok di Pilkada DKI.