Pastinya kita mau melihat pertama terkait proses hukum yang terjadi di sana, mengakibatkan meninggalnya dia tenaga kerja Indonesia.
Rusia menggunakan Belarusia sebagai batu loncatan untuk menginvasi Ukraina Februari lalu, mengerahkan ribuan pasukan ke tetangganya dengan dalih latihan militer sebelum melancarkan serangannya.
Dengan kondisi seperti sekarang saja, para pengusaha batubara sudah tajir-melintir, apalagi kalau diterapkan royalti nol persen. Mereka akan semakin berpesta menikmati SDA gratisan yang ada. Padahal konstitusi mengamanatkan, agar SDA karunia Tuhan ini digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Beberapa waktu lalu “Real Time Forbes Billionaires List” merilis kekayaan Low Tuck Kwong, pemilik sekaligus pendiri PT Bayan Resources Tbk, sebesar 27,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 434,37 triliun (asumsi kurs Rp 15.600 per dollar AS).
Salah satu contohnya adalah peningkatan kekayaan pengusaha batu bara Low Tuck Kwong. Kekayaannya langsung bertambah ratusan triliun akibat kenaikan harga batu bara internasional. Sementara nasib rakyat di lokasi tambang milik Low Tuck Kwong masih memperihatinkan.
Harta kekayaan Low Tuck Kwong melonjak USD458 juta menjadi USD25,7 miliar atau setara Rp398,3 triliun (kurs Rp15.500 per USD)
Kinerja ekspor diprakirakan tetap kuat, khususnya didorong ekspor batu bara, CPO, besi dan baja, serta ekspor jasa
Enam orang masih dievakuasi atau masih dalam lubang
KPK menduga transaksi keuangan di dua perusahaan plat merah itu terkait kerja sama dalam pengankutan batu bara
KPK menduga uang itu mengalir ke para tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait penyalahgunaan kewenangan dalam kerja sama pengangkutan batu bara