Kamis, 24/09/2026 04:58 WIB

PBB Khawatir Kekerasan di Sudan Semakin Menguat





PBB khawatir terhadap meningkatnya kekerasan, bertambahnya jumlah pengungsi, dan memburuknya kerawanan pangan di Sudan.

Perang saudara memicu kelaparan di Sudan (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (22/9) mengatakan bahwa mereka khawatir terhadap meningkatnya kekerasan, bertambahnya jumlah pengungsi, dan memburuknya kerawanan pangan di Sudan.

Bentrokan di Negara Bagian Darfur Timur dan Darfur Selatan, Sudan, menewaskan 13 orang, melumpuhkan aktivitas pasar dan memicu pengungsian lebih lanjut, sementara harga roti melonjak di Darfur Utara, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

OCHA, yang mengutip sumber-sumber setempat, mengatakan bahwa bentrokan di Pasar Al Borsa di El Daein, Darfur Timur, mengakibatkan jatuhnya korban dan penutupan sebagian pasar tersebut pada Sabtu (19/9).

Pada hari yang sama, bentrokan antarkomunitas di Pasar Abuja di Gereida, Darfur Selatan, dilaporkan menewaskan 13 orang dan menyebabkan lebih dari 400 orang mengungsi. Korban tambahan juga dilaporkan setelah terjadi bentrokan di Kota Nyala, Darfur Selatan.

"Pertempuran di Negara Bagian Kordofan Utara dan Kordofan Selatan, Nil Biru, serta Darfur Utara terus menyebabkan orang-orang mengungsi," kata OCHA. Para mitra kemanusiaan melaporkan beberapa ribu pengungsi baru selama sepekan terakhir.

Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) mengatakan bahwa dua gudang di wilayah Shikan, Kordofan Utara, terkena serangan drone pada Minggu (20/9), sehingga menghancurkan bahan-bahan pembelajaran yang akan didistribusikan pada awal tahun ajaran.

UNICEF mengatakan bahwa para mitranya juga melaporkan serangkaian serangan drone di El Obeid, ibu kota Negara Bagian Kordofan Utara, antara Minggu dan Senin (21/9).

OCHA mengatakan bahwa kerawanan pangan terus memburuk. Di daerah Tawila, Darfur Utara, roti dilaporkan tidak tersedia di pasar-pasar setempat selama empat hari beruntun. Toko-toko roti dilaporkan tutup pada Jumat (18/9) di tengah ketegangan akibat melonjaknya harga roti.

Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan bahwa biaya keranjang pangan lokal meningkat sebesar 13 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yang mencerminkan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok secara lebih luas di seluruh negeri.

OCHA menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil sesuai dengan hukum internasional, serta memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dapat menjangkau orang-orang yang membutuhkan dengan cepat, aman, dan tanpa hambatan selama diperlukan.

KEYWORD :

Kekerasan Sudan Badan Kemanusiaan PBB Badan Kemanusiaan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :