Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus, yang dirayakan pada hari ke-40 setelah Hari Paskah, merupakan salah satu momen sakral yang memiliki makna mendalam dalam tradisi liturgi umat Kristen.
Meskipun makna spiritualnya universal, tradisi perayaannya sangat beragam di berbagai negara, mencerminkan kekayaan budaya lokal yang unik dan bermakna. Berikut lima tradisi istimewa dan unik dari berbagai belahan dunia dalam memperingati hari suci ini:
Viva Yoga mengatakan perkaderan merupakan kegiatan yang sudah menjadi tradisi di HMI
Sejarah Kurban dan Tradisi Patungan di Zaman Rasulullah
Hari Raya Waisak, yang juga dikenal sebagai Vesak atau Buddha Jayanti, merupakan perayaan terpenting bagi umat Buddha di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Hari Raya Waisak, yang dikenal juga sebagai Vesak, merupakan momen sakral bagi umat Buddha di seluruh dunia. Peringatan ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga simbol refleksi, kedamaian, dan penghormatan terhadap ajaran Sang Buddha.
Kopi tubruk sudah lama menjadi tradisi menyeduh kopi khas Indonesia yang dikenal sederhana namun bercita rasa kuat. Uniknya, penyajian ini justru menarik perhatian para penikmat kopi dari luar negeri, khsusnya dari Eropa dan Amerika.
Apitan diselenggarakan setiap bulan Zulkaidah, dalam kalender Islam atau Hijriah, yang dalam penanggalan Jawa dikenal sebagai bulan Apit atau Hapit. Nama ini merujuk pada posisi bulan yang berada “terjepit” di antara dua hari raya besar, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.
Dalam kalender Jawa, Zulkaidah disebut sebagai Dulkangidah, namun masyarakat lebih akrab menyebutnya dengan nama bulan Apit atau Hapit. Mengapa demikian? Jawabannya terletak pada perpaduan antara kalender Islam dan budaya lokal yang kaya akan simbol dan makna
Wafatnya Paus Fransiskus menandai dimulainya salah satu tradisi paling sakral dan penuh misteri di Vatikan, yakni konklaf, atau proses pemilihan paus baru.