Kushner, O`Brien dan pejabat AS lainnya akan bergabung dengan delegasi Israel pada Senin (31/8) akan melakukan penerbangan pertama oleh maskapai penerbangan komersial Israel, El Al ke UEA.
Washington berencana menjual F-35 ke UEA sebagai bagian dari kesepakatan yang ditengahi AS di negara Teluk itu minggu lalu untuk menormalkan hubungan dengan Israel.
Hariri, seorang miliarder Muslim Sunni, memiliki hubungan dekat dengan Barat dan sekutu Arab Teluk Sunni, dan dipandang sebagai ancaman bagi pengaruh Iran dan Suriah di Lebanon.
Bahrain dan Oman bisa menjadi negara Teluk berikutnya yang mengikuti Uni Emirat Arab dalam meresmikan hubungan dengan Israel.
Washington menjamin, Israel menerima senjata AS yang lebih canggih daripada yang diperoleh negara-negara Arab, yang dilabeli "Qualitative Military Edge" atas tetangganya.
Iran mengatakan, kesepakatan antara Israel dan UEA sebagai contoh "kebodohan strategis" yang hanya akan memperkuat front perlawanan regional.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang membantu menengahi kesepakatan itu, memuji perjanjian itu sebagai terobosan besar.
Pengumuman itu menjadikan UEA negara Teluk Arab pertama yang melakukannya dan hanya negara Arab ketiga yang memiliki hubungan diplomatik aktif dengan Israel.
Jika AS tidak berhasil memperpanjang embargo, Pompeo mengancam akan memicu pengembalian semua sanksi PBB terhadap Iran di bawah proses yang disepakati dalam kesepakatan 2015.
Kapal induk tiruan itu menyerupai kapal induk USS Nimitz yang sering digunakan Angkatan Laut AS berlayar di Teluk Persia dari Selat Hormuz.