Menurut Faisal, kesimpulan CIA yang menuding Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebagai dalang pembunuhan tersebut, dinilai sebagai kesimpulan yang tidak kredibel.
Mohammed bin Salman akan menghadiri pertemuan G20 di Buenos Aires pada akhir bulan yang juga akan dihadiri oleh para pemimpin dari Amerika Serikat, Turki dan negara-negara Eropa.
Analis politik mengatakan Raja Salman dari Arab Saudi dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman mungkin mengurangi perang di Yaman dan blokade Qatar sebagai bentuk balas budi terhadap AS.
Di tengah gejolak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, sejumlah anggota keluarga penguasa Arab Saudi berupaya mencegah Putra Mahkota Mohammed bis Salman (MBS) menjadi raja
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan siap menawarkan pengampunan kepada Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, jika mengaku dalang dari pembantaian brutal, kejam dan membunuh dari kontributor Washington Post, pembangkang Arab Saudi, Jamal Khashoggi.
Kesimpulan CIA bertentangan dengan klaim pemerintah Saudi yang menyebut bahwa sang pangeran tidak terlibat dalam pembunuhan keji tersebut.
Salah satu daftar yang terhukum itu bernama Saud al-Qahtani, dia mantan pembantu utama Putra Mahkota Mohammed bin Salman serta Konsul Jenderal Saudi, Mohammed Alotaibi.
Pangeran Arab yang berbelok, Pangeran Khalid Bin Farhan Al Saud mengharapkan kudeta akan diatur terhadap Raja Salman dan pewarisnya, Pangeran Mohammed Bin Salman.
Mohammed Bin Salman (MBS) menyebut jurnalis Jamal Khashoggi, yang terbunuh di Konsulat Saudi sebagai sosok Muslim yang berbahaya.
Pangeran Mahkota Arab Saudi dan penguasa de-facto, Mohammed bin Salman memuji ekonomi Qatar dalam forum Inisiatif Investasi Masa Depan yang diadakan di Riyadh.