Sebanyak 40 tim dari seluruh Indonesia yang ambil bagian melakukan devile layaknya sebuah perhelatan besar di stadion yang megah.
Pada gelaran ASC ke-11 di Malaysia Tahun 2016, Indonesia mendapatkan 13 emas, 2 perak, 7 perunggu dan 14 diploma. Dengan perolehan tersebut Indonesia menduduki peringkat ke-2 atau runner up.
Bila dibandingkan, total perguruan tinggi akademik Indonesia berjumlah 4.529, sementara politeknik hanya 2.252.
Bangsa Indonesia banyak yang tidak menyadari bahwa sejak era awal kemerdekaan hingga saat ini banyak upaya-upaya untuk melemahkan bahkan menghilangkan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia.
Karena itu pemerintah terus mengupayakan merger (penyatuan) antar perguruan tinggi kecil, yang juga bertujuan untuk merampingkan jumlah perguruan tinggi Indonesia.
Dari total 10 negara yang ambil bagian, terhitung ada tiga negara yang bakal menjadi rival berat Indonesia dalam upaya merebut emas.
Mereka berlatih tak kenal lelah, berjuang dari titik nol bahkan mengesampingkan kepentingan pribadi. Semuanya untuk Indonesia.
Penghargaan ini diberikan bagi pemerintah kota maupun kabupaten di seluruh Indonesia yang mampu mengembangkan program-program keselamatan jalan dan tata kelolanya.
Keberhasilan atlit panjat tebing tak lepas dari sosok Faisol Riza. Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) itu, berhasil menorehkan catatan emas dalam sejarah FPTI.
Atlet Indonesia yang turun di beregu putri dan putra berhasil menyumbang dua emas untuk membawa Merah Putih kini mengoleksi 22 medali emas.