Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, tiga lokasi yang digeledak penyidik ialah, Kantor Kemeterian Sosial (Kemensos), Rumah tersangka Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono.
Kabar tersebut disampaikan setelah Sinovac Biotech mendapatkan suntikan dana sebesar US$515 miliar dari Sino Biopharmaceutical Limited, pada Senin (7/12).
Ali mengatakan, tiga mobil tersebut ditemukan dari salah seorang yang turut diamankan saat kegiatan tangkap tangan KPK.
CV Dwi Nursandi Abadi (CV DNA) diduga melakukan penipuan dana atau penggelapan dana penanam modal.
Selain menahan Wakil Bendahara Umum Partai PDIP itu, KPK juga akan menahan Pejabat Pembuat Komitmen di Kemnterian Sosial Adi Wahyono (AW), yang juga berstatus sebagai dalam kasus ini.
Dimana, Wakil Bendahara Umum PDIP periode 2019-2024 itu diduga menerima uang suap itu dari pihak swasta yang mendapatkan tender sembako di Kementerian Sosial RI tersebut.
Dimana, dugaan korupsi bansos Covid-19 ini terungkap dalam giat operasi tangkap tangan (OTT) terhadap enam orang, termasuk pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan Politikus PDI Perjuangan itu sebagai tersangka dalam kasus ini bersama empat orang lainnya.
Selain Mensos Juliari, KPK juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Andriani IM, Harry Sidabuke.