Presiden Israel Isaac Herzog tiba di Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (30/1), dalam rangka memperkuat hubungan Teluk di tengah ketegangan regional meningkat akibat upaya Barat menghidupkan kembali Pakta Nuklir Iran.
Sebuah rudal yang ditembakkan oleh milisi yang didukung Iran pada Rabu (26/1) malam menghantam lingkungan bandara.
Amerika Serikat (AS) tidak mungkin mencapai kesepakatan dengan Iran untuk menyelamatkan perjanjian nuklir 2015, kecuali jika Teheran membebaskan empat warga AS yang menurut Washington disandera.
Pihak berwenang mengatakan, kapal itu sebelumnya telah disita di lepas pantai Somalia dan ditemukan tahun lalu memuat ribuan senapan serbu dan peluncur roket, di antara senjata lainnya.
Iran masih perlu beberapa waktu lagi untuk secara resmi mengakui Taliban sebagai pemerintah negara Afghanistan. Demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Iran, setelah pertemuan dengan kelompok itu di Teheran.
Washington mendukung langkah-langkah untuk mendapatkan rudal dari negara-negara Teluk ketika pemberontak Houthi Yaman meningkatkan serangan lintas perbatasan mereka di kerajaan itu.
Di bawah hukum Islam Iran, seorang pembunuh yang dihukum dapat dieksekusi kecuali keluarga korban setuju untuk mengambil "uang darah" melalui rekonsiliasi.
Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds elit Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) saat itu, berada di ibu kota Irak, Baghdad, dalam misi diplomatik ketika konvoinya dihancurkan oleh rudal yang ditembakkan dari pesawat tak berawak AS.
Iran meminta PBB untuk mengambil tindakan formal terhadap Amerika Serikat (AS), atas pembunuhan jenderalnya dua tahun lalu.
Televisi pemerintah mengatakan pada Minggu larangan serupa yang diberlakukan pada akhir November pada pelancong dari Afrika Selatan dan tujuh negara tetangga juga diperpanjang selama 15 hari.