KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Nasir terkait kasus suap dan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso.
Nasir menanggapi turunnya peringat dunia Universitas Indonesia (UI), dalam perangkingan versi QS World University Ranking 2020.
Nasir menyebut sulitnya peneliti menyerahkan paten miliknya untuk digunakan industri, sebagai salah satu penyebab mandegnya hilirisasi inovasi.
Pasalnya, dengan nilai tersebut calon mahasiswa dapat menyesuaikan dengan grade nilai fakultas dan universitas tujuan, sehingga meminimalisasi kegagalan.
Menurut Nasir, kebutuhan baterai lithium akan semakin meningkat, seiring dimulainya industri motor dan mobil listrik di Tanah Air.
Nasir menilai Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah mengambil keputusan yang tepat, usai mencopot gelar guru besar kepada Amien Rais.
Karena itu, dia mendorong supaya para mahasiswa yang duduk di Program Studi (prodi) Farmasi, agar melakukan inovasi, dengan tujuan memanfaatkan obat-obatan lokal.
Menurut Nasir, sejauh ini potensi pondok pesantren belum tergali secara maksimal. Padahal dari segi jumlah, pendidikan keagamaan ini sangat menjamur di Indonesia.
Caranya yakni dengan melakukan modifikasi kurikulum antara akademik dan industri, agar para lulusan sudah siap pakai saat memasuki dunia kerja.
Perubahan tersebut merujuk pada hasil Konferensi Umum Takaran dan Ukuran ke-26 yang berlangsung di Versailes, Prancis pada 16 November 2018 lalu.