Massa Aliansi Mahasiswa Muslim Bersama Ummat (AMMBU) menggelar demo mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai melecehkan agama Islam.
Pernyataan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menghina agama Islam dan melukai perasaaan umat islam di seluruh dunia
Pada periode Januari-Agustus 2020, kinerja neraca perdagangan Indonesia dengan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menunjukan performa positif dengan mencatatkan surplus sebesar USD 2,46 miliar.
Sheikh Ikrima Sabri, kepala Dewan Tertinggi Islam Palestina, menyatakan bahwa kartun Nabi Muhammad yang dibuat oleh seorang guru di Prancis telah melukai perasaan umat Islam.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga mengutuk serangan itu dan mengatakan menolak ekstremisme dan terorisme dalam segala bentuk dan bentuk terlepas dari motifnya.
Wakil Ketua MPR Dr. Ahmad Basarah mengajak semua elemen bangsa, khususnya umat Islam, untuk menjadikan momentum peringatan maulid Nabi Muhammad SAW sebagai pengingat bahwa kebhinekaan kota Madinah di zaman Nabi SAW mirip dengan kebhinekaan Indonesia saat ini.
Dukungan karikatur Nabi, serta komentar Presiden Macron, pada 2 Oktober mengatakan Islam berada dalam krisis, telah memicu reaksi balik dari umat Islam di seluruh dunia.
Pemimpin Turki menyerukan boikot barang-barang Prancis dan parlemen Pakistan mengeluarkan resolusi yang mendesak pemerintah untuk menarik utusannya dari Paris.
Sanksi tersebut berlaku untuk Kementerian Perminyakan Iran, Perusahaan Minyak Nasional Iran dan Perusahaan Tanker Nasional Iran atas dukungan keuangan kepada Korps Pengawal Revolusi Islam Iran-Pasukan Quds.
Pemimpin yang berusia 42 tahun tersebut telah menyatakan perang terhadap separatisme Islam, yang katanya mengambil alih beberapa komunitas Muslim di Prancis.